Rabu, 18 Juni 2014

Sudah Waktunya Berhenti, Key.


Ini tentang perempuan yang gemar berlari untuk menyembunyikan air matanya bersama peluh. Ia tak lagi menyembunyikan air matanya di balik hujan, sekarang iya lebih suka berlari saat hatinya kacau,dan dadanya penuh sesak oleh yang ia sebut kenangan, sambil menyeka air mata yag luruh bersama peluh dengan punggung tangannya, ia menolak berhenti walau kakinya sangat ingn berhenti. Iya, lelah. Sangat. Lari memang sangat melelahkan, tapi baginya itu satu-satunya cara membuat dirinya merasa bebas. Menurutnya berlari berarti; meninggalkan apa yang tidak ingin ia lihat, dengar dan rasakan jauh di belakangnya. 

  • Keynara
Aku berlari lagi,dan ya, mataku basah lagi, kali ini entah apa yang membuatku benar-benar kacau, aku bahkan tak tahu sejak kapan aku memulai hobi baruku ini. Mungkin sejak satu tahun lalu,selepas kepergianmu Ray? Iya mungkin saja. Mungkin karna ketidak ikhlasan hatiku yang membuat aku menjadi sekacau ini, aku tak punya cara lain untuk mengekspresikan rasa kelihalngan itu, iya rasa kehilangan yang sering kali muncul dan membuat dadaku sesak. Aku ingin behenti brlari. Berhenti , berdamai denganmu, dengan keadaan. Tapi itu hanya sekedar ingin. Karna hatiku, sama sekali belum mengizinkan aku berhenti.



  • Prameswara

Kau berlari lagi key ? Kali ini apa yang membuatmu berlari sambil menangis lagi? Hmm? Kenangan akan masa lalumu lagi? Atau kau mau bilang “aku nggak nangis pram, ini tuh keringet. Tuh liat!” atau “hari ini cerah ya pram, enak buat lari” seperti biasanya?

Sudah satu tahun berlalu Keynara, belum bisakah hatimu menerima ? belum bisakah hatimu ikhlas?

Satu tahun key, semenjak pertama kali aku melihatmu, kau masih ingat? saat  Kau duduk di bangku taman kota itu sendirian, dengan wajah sendu dan mata indahmu itu.

Lewat matamu yang selalu sendu key, kau menarikku masuk kedalam duniamu, lewat matamu aku merasakan ada rindu sekaligus luka yang sama dalamnya disana, dimatamu.



  • Keynara

Namanya Prameswara, aku mengenalnya satu tahun lalu, di taman kota pagi itu

“pagi yang cerah ya?” sapanya ramah, sambil duduk disampingku.

Aku sedikit terkejut atas kehadirannya yang tiba-tiba, aku membalasnya dengan sedikit senyum “iya cerah,” sambil kudongakkan kepalaku ke atas, menikmati udara sejuk yang melewati pipiku pagi itu.

“Aku Pram, Prameswara”

Aku menatapnya sebentar tersenyum, dan kemudian kau beranjak dari bangku taman itu. Aku tidak terlalu tertarik dengan orang asing. Aku meninggalkannya di bangku taman itu, aku kmbali berlari, lamat-lamat aku dengar suaranya “hey, kau! Siapa namamu?” aku masih berlari, kemudian ia berteriak lebih kencang dari sebrlumnya “Hey, permpuan berwajah sendu!! Siapa namamu?”

Seketika itu entah kenapa kakikuseperti terpaku, aku berhenti dan berbalik, “nama ku key, keynara. Jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi”ucapku smbil berbalik dan berlari kecil.


  •  Prameswara

Kau tahu key? Semenjak aku melihatmu hari itu aku tahu, hidupku tak akan sama lagi. Aku ingin menarikmmu keluar dari runang kesedihanyang kau buat sendiri, tapi yang ada aku justru tertarik masuk semakin dalam kedalam kesedihan masalalumu itu. Entah apa yang kau rasakan key, mata sayu dan wajah sendu mu itu tak pernah gagal meciptakan ribuan pertanyaan di kepalaku. Kau berlari dari siapa key? Kau bersedih untuk apa key? Maukah kau berhenti dan melihatku, Sudah waktunya berhenti Key, Kakimu sudah lelah, hatimu lebih-lebih. Berhenti dan bersandarlah padaku , berhenti dan sadarlah, dia sudah tenang di alam sana. Kau harus berlajar Ikhlas Key. Aku Key, Araira Adi Prameswara mencintaimu Keinara Mikaila Nazir. Berhentilah berlari Key, untukku.


2 komentar:

  1. Berhentilah menangis Key, sendumu itu tiada gunanya.. Tersenyumlah, lihat aku, iya aku Pram, yang akan mengangkatmu dari kubangan masa lalu :)
    #eaaakksss
    Bagus-bagus..
    Ditunggu kelanjutanya :)

    BalasHapus