Minggu, 10 Agustus 2014

Tentang, Jalanan Sepi, Hujan, Cangkir Kopi, Senja dan Segala yang di ceritakan semesta di kota ini.



Jalanan Sepi di kota ini paling pandai membicarakanmu dalam bahasa rindu yang paling merdu.

Hujan di kota ini juga pandai menghasut hasrat untuk selalu mengingat semua hal yang pernah kita lakukan di bawah rintiknya.

Lampu-lampu jalanan di kotaku gemar menceritakan segala hal tentangmu dengan lantang kepada para gemintang di langit yang kelam.

Cangkir-cangkir kopi di kedai tua itu dengan malu-malu menceritakan tentang senyummu yang begitu madu dan candu.

Angin sore di kota ini menjadi satu-satunya pengingat, bahwa tak ada lagi pelukmu yang hangat, saat dingin hembusnya mendekap erat.

Senja di kota ini adalah hal yang selalu dapat membuatku selalu jatuh cinta kepadamu, setiap waktu.

Senja di kota ini jua lah yang membuatku dapat merasakan hangatnya pelukmu setiap waktu.

Dinding di kamar ini menceritakan batapa bodohnya aku yang masih saja menjadi pendengar setia saat semesta menceritakan semua tentangmu dengan begitu fasihnya. Bodohnya aku, masih saja gembira bila mendengar apa-apa saja yang tentangmu, padahal setelah itu,pastilah rinduku akan menjelma menjadi begitu hening, dan lalu… kembali berharap kau akan datang mengusir hening, mengecup kening yang tengah pening.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar