Aku pernah, mencintai
seseorang orang sangat lama, bertahun-tahun, tapi mungkin karna terlalu lama,
akhirnya dia bosan dan memilih pergi.
Tapi tak apa..
Mungkin saat itu aku
hanya belum bertemu kamu.
Aku pernah, mencintai seseorang
dengan setengah hati. Iya setengah hati, atau boleh di bilang dia adalah
pelarian. Dan itu tidak bertahan lama
karna pada akhirnya dia pun memilih untuk pergi, kali ini dengan perempuan
lain.
Tapi tak apa..
Mungkin saat itu aku
hanya belum bertemu kamu.
Aku pernah, mencintai
seseorang yang pesonannya bisa menaklukan banyak perempuan. Dia nyaris
sempurna. Segala yang di inginkan perempuan ada padanya; tampan, menarik, tak
banyak bicara, penyayang. Tapi sifatnya yang menerima setiap perhatian dari
para wanita di sekelillingnya yang akhirnya membuat rasa cemburuku tak pernah
berujung. Aku lelah dan akhirnya memilih pergi. Dia pun mengiyakan tanpa
basa-basi saat aku meminta pergi. Tentu saja, dia punya segalanya, bukan
perkara sulit mencari penggantiku, fikirku.
Tapi sekali lagi itu
tak apa..
Mungkin saat itu aku
hanya belum bertemu kamu.
Aku pernah, mencintai
dan di cintai dengan sangat dan hangat, seolah dia memang di takdirkan untukku.
Sifatnya sama persis denganku. Dia seperti aku dalam wujud laki-laki. Dia
sangat suka bercerita, begitupun aku. Dia sangat suka langit senja, begitupun
aku. Sampai-sampai aku berfikir dialah yang terakhir. Hingga pada suatu titik
aku sadar, sifatnya yang sama persis sepertiku justru menjadi boomerang untukku.
Aku batu, diapun batu. Salah satu dari kami akan ada yang hancur jika terus
dipaksakan untuk bersama, harus ada yang mengalah. Akhirnya, dia menglah, aku
dan dia berpisah, walupun rasanya sangat tidak ingin.
Tapi percayalah,
itu tak apa..
Aku hanya belum bertemu ‘kamu’ saat itu.
‘Kamu’ yang entah siapa dan dimana
sekarang.
‘Kamu’ yang mungkin sekarang sedang
membahagiakan orang lain dahulu.
‘Kamu’ yang mungkin sedang di persiapkan
tuhan utukku.
Percayalah jika memang ‘kamu’ yang dijanjikan
dan diijinkan Tuhan untukku, aku akan yakin menunggu. Kau tahu kisah Adam dan
Hawa? Yah.. semacam itu. Kita pasti bertemu. Sebab Tuhan tak pernah sekalipun
ingkar, iya kan?
-“Tak
usah terburu-buru menemukanku,
Sebab
yang tepat tak pernah datang terlambat ataupun terlalu cepat.”-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar