Rabu, 06 Agustus 2014

Aku Pernah..



Aku pernah, mencintai seseorang orang sangat lama, bertahun-tahun, tapi mungkin karna terlalu lama, akhirnya dia bosan dan memilih pergi.

Tapi tak apa..

Mungkin saat itu aku hanya belum bertemu kamu.

Aku pernah, mencintai seseorang dengan setengah hati. Iya setengah hati, atau boleh di bilang dia adalah pelarian. Dan  itu tidak bertahan lama karna pada akhirnya dia pun memilih untuk pergi, kali ini dengan perempuan lain.

Tapi tak apa..

Mungkin saat itu aku hanya belum bertemu kamu.

Aku pernah, mencintai seseorang yang pesonannya bisa menaklukan banyak perempuan. Dia nyaris sempurna. Segala yang di inginkan perempuan ada padanya; tampan, menarik, tak banyak bicara, penyayang. Tapi sifatnya yang menerima setiap perhatian dari para wanita di sekelillingnya yang akhirnya membuat rasa cemburuku tak pernah berujung. Aku lelah dan akhirnya memilih pergi. Dia pun mengiyakan tanpa basa-basi saat aku meminta pergi. Tentu saja, dia punya segalanya, bukan perkara sulit mencari penggantiku, fikirku.

Tapi sekali lagi itu tak apa..

Mungkin saat itu aku hanya belum bertemu kamu.


Aku pernah, mencintai dan di cintai dengan sangat dan hangat, seolah dia memang di takdirkan untukku. Sifatnya sama persis denganku. Dia seperti aku dalam wujud laki-laki. Dia sangat suka bercerita, begitupun aku. Dia sangat suka langit senja, begitupun aku. Sampai-sampai aku berfikir dialah yang terakhir. Hingga pada suatu titik aku sadar, sifatnya yang sama persis sepertiku justru menjadi boomerang untukku. Aku batu, diapun batu. Salah satu dari kami akan ada yang hancur jika terus dipaksakan untuk bersama, harus ada yang mengalah. Akhirnya, dia menglah, aku dan dia berpisah, walupun rasanya sangat tidak ingin.

Tapi percayalah,


itu tak apa..

Aku hanya belum bertemu ‘kamu’ saat itu.



‘Kamu’ yang entah siapa dan dimana sekarang.
‘Kamu’ yang mungkin sekarang sedang membahagiakan orang lain dahulu.
‘Kamu’ yang mungkin sedang di persiapkan tuhan utukku.
Percayalah jika memang ‘kamu’ yang dijanjikan dan diijinkan Tuhan untukku, aku akan yakin menunggu. Kau tahu kisah Adam dan Hawa? Yah.. semacam itu. Kita pasti bertemu. Sebab Tuhan tak pernah sekalipun ingkar, iya kan?


-“Tak usah terburu-buru menemukanku,
Sebab yang tepat tak pernah datang terlambat ataupun terlalu cepat.”-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar