Kamis, 11 September 2014

Mungkin.

Ini tentang apa yang baru saja aku alami,

Aku terbangun dengan rasa kecewa dan kesal dan membuatku hampir menangis, dulu aku pernah mengalaminya sewaktu kecil. Dulu sewaktu keci aku pernah bermimpi diberi coklat kesukaanku oleh ayah, aku senang bukan kepalang, aku menggengamnya erat, dan ketika terbangun dari tidur, aku mencari-cari coklat itu, kemudian aku menagis karna tak menemukannya. Waktu itu aku terlalu kecil untuk memahami kalau itu hanyalah mimpi.

Dan kali ini tejadi lagi, mimpi sialan itu datang lagi. Dan aku masih belum bisa membedakan itu mimpi atau bukan.

Kali ini, aku melihatmu jelas. Jelas sekali. Dengan kaos dan jaket kesukaanmu, dan lagi, kau menghilang entah kemana. Namun kali ini sedikit berbeda, saat aku mencari-cari keberadaanmu tiba-tiba kau memanggilku dengan lantang, aku menoleh dan langsung berlari kearahmu. Kau memelukku erat. Sangat erat dan hangat. Aku benar-benar merasakan kehadiranmu. Seolah itu bukan mimpi. Aku melihat senyummu jelas, jelas sekali. Dan lagi aku terbangun, dan ya tentu saja aku kecewa. Itu hanya mimpi.
Hampir satu tahun berlalu, mengapa aku justru sering memimpikanmu, padahal aku sudah tidak lagi memikirkanmu. Dan selalu, mimpi itu hadir dengan konsep yang sama; kamu datang dan kemudian berlari menjauhiku.


Ini tentang apa yang baru saja aku alami,

Kali ini, saat aku terjaga dari mimpi tentangmu, aku hampir menangis. Rasanya sama seperti waktu dulu aku bermimpi diberi coklat oleh ayahku; sedih, kecewa, kehilangan.

Entah kenapa, aku yang sudah baik-baik saja dan sudah mengikhlaskan segala sesuatu tentangmu tiba-tiba merasa sangat kehilangan hanya karna mimpi. Mungkin karena jauh didasar hatiku, aku masih menyimpanmu. Mungkin karena terlalu banyak hal tentangmu yang masih berserakan di kepalaku. Mungkin karna sebenarnya aku tidak pernah benar-benar bisa melupakanmu. Mungkin karena aku rindu. Mungkin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar