Ini tentang apa
yang baru saja aku alami,
Aku terbangun
dengan rasa kecewa dan kesal dan membuatku hampir menangis, dulu aku pernah
mengalaminya sewaktu kecil. Dulu sewaktu keci aku pernah bermimpi diberi coklat
kesukaanku oleh ayah, aku senang bukan kepalang, aku menggengamnya erat, dan
ketika terbangun dari tidur, aku mencari-cari coklat itu, kemudian aku menagis
karna tak menemukannya. Waktu itu aku terlalu kecil untuk memahami kalau itu
hanyalah mimpi.
Dan kali ini
tejadi lagi, mimpi sialan itu datang lagi. Dan aku masih belum bisa membedakan
itu mimpi atau bukan.
Kali ini, aku
melihatmu jelas. Jelas sekali. Dengan kaos dan jaket kesukaanmu, dan lagi, kau
menghilang entah kemana. Namun kali ini sedikit berbeda, saat aku mencari-cari
keberadaanmu tiba-tiba kau memanggilku dengan lantang, aku menoleh dan langsung
berlari kearahmu. Kau memelukku erat. Sangat erat dan hangat. Aku benar-benar
merasakan kehadiranmu. Seolah itu bukan mimpi. Aku melihat senyummu jelas,
jelas sekali. Dan lagi aku terbangun, dan ya tentu saja aku kecewa. Itu hanya
mimpi.
Hampir satu tahun
berlalu, mengapa aku justru sering memimpikanmu, padahal aku sudah tidak lagi
memikirkanmu. Dan selalu, mimpi itu hadir dengan konsep yang sama; kamu datang
dan kemudian berlari menjauhiku.
Ini tentang apa
yang baru saja aku alami,
Kali ini, saat aku
terjaga dari mimpi tentangmu, aku hampir menangis. Rasanya sama seperti waktu
dulu aku bermimpi diberi coklat oleh ayahku; sedih, kecewa, kehilangan.
Entah kenapa, aku
yang sudah baik-baik saja dan sudah mengikhlaskan segala sesuatu tentangmu
tiba-tiba merasa sangat kehilangan hanya karna mimpi. Mungkin karena jauh
didasar hatiku, aku masih menyimpanmu. Mungkin karena terlalu banyak hal
tentangmu yang masih berserakan di kepalaku. Mungkin karna sebenarnya aku tidak
pernah benar-benar bisa melupakanmu. Mungkin karena aku rindu. Mungkin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar